Perluas Akses Pembelajaran Bahasa Inggris, Athanasia Gusanto Gelar Free IELTS Class di Buleleng
CARAKSHA MEDIA
9/21/20263 min read


Buleleng, Bali — Upaya memperluas akses pembelajaran Bahasa Inggris bagi masyarakat kembali dilakukan melalui kegiatan Free IELTS Class yang diselenggarakan oleh Athanasia Gusanto di Singaraja Social Coffee, Kabupaten Buleleng, Bali. Kegiatan ini menyasar pelajar dan masyarakat umum yang memiliki ketertarikan untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris serta mempersiapkan diri menghadapi International English Language Testing System (IELTS).
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat akan akses pembelajaran Bahasa Inggris, khususnya pembelajaran yang berkaitan dengan persiapan tes profisiensi Bahasa Inggris secara profesional. Melalui kelas gratis ini, Athanasia Gusanto berupaya memberikan ruang belajar yang terbuka bagi masyarakat untuk mengenal IELTS, memahami karakteristik tes, serta mempelajari strategi yang dapat diterapkan dalam menghadapi berbagai bagian dalam ujian IELTS.
IELTS merupakan salah satu tes kemampuan Bahasa Inggris yang digunakan secara luas untuk berbagai kebutuhan akademik, profesional, maupun mobilitas internasional. Pemahaman terhadap format tes dan penguasaan keterampilan seperti Listening, Reading, Writing, dan Speaking menjadi bagian penting dalam proses persiapan. Karena itu, peserta tidak hanya diperkenalkan pada materi dan format IELTS, tetapi juga diajak mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris melalui aktivitas yang lebih praktis dan komunikatif.
Dalam sesi Speaking, misalnya, peserta tidak hanya mempelajari teknik menjawab pertanyaan IELTS, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara langsung satu sama lain. Peserta berlatih menyampaikan pendapat, merespons pertanyaan, serta mengembangkan kemampuan berbicara dalam Bahasa Inggris melalui interaksi dengan peserta lainnya.
Untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, beberapa aktivitas juga dikemas dalam bentuk games dan kegiatan interaktif. Melalui pendekatan tersebut, peserta dapat berlatih Bahasa Inggris tanpa terbatas pada pembelajaran yang bersifat satu arah. Mereka juga diajak untuk saling bertukar pikiran, berbagi pengalaman, dan mendiskusikan berbagai topik menggunakan Bahasa Inggris.
Suasana kelas yang interaktif menjadi salah satu hal yang menarik dalam kegiatan tersebut. Meskipun para peserta berasal dari latar belakang yang berbeda dan sebagian di antaranya belum saling mengenal, interaksi yang terbangun berlangsung secara aktif dan hangat. Kelas menjadi ruang bagi peserta untuk tidak hanya belajar dari pengajar, tetapi juga belajar dari pengalaman dan perspektif satu sama lain.
Keberagaman tujuan peserta juga menjadi bagian menarik dari kegiatan ini. Peserta yang hadir memiliki kebutuhan Bahasa Inggris yang beragam, mulai dari mereka yang sedang mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang doktor (S3), peserta yang mempersiapkan diri untuk bekerja ke luar negeri, hingga peserta yang datang dari luar Kabupaten Buleleng khusus untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Keragaman tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap kemampuan Bahasa Inggris dan persiapan IELTS tidak terbatas pada kelompok tertentu. IELTS dapat menjadi bagian dari persiapan seseorang untuk berbagai tujuan, baik dalam bidang pendidikan, pekerjaan, maupun pengembangan kesempatan di tingkat internasional.
Menurut Athanasia Gusanto, kegiatan ini tidak hanya ditujukan untuk memberikan materi IELTS, tetapi juga untuk membuka ruang belajar yang dapat mempertemukan masyarakat dengan berbagai latar belakang dan tujuan.
“Saya ingin memberikan ruang bagi masyarakat untuk dapat mengenal IELTS dan mempelajarinya secara lebih terarah. Saya juga ingin kelas ini menjadi ruang yang nyaman untuk berkomunikasi, bertukar pikiran, dan belajar bersama. Karena kemampuan Bahasa Inggris bukan hanya tentang mengetahui teori, tetapi juga tentang bagaimana kita berani menggunakannya untuk berinteraksi dengan orang lain,” ujar Athanasia Gusanto.
Lebih lanjut, interaksi antarpeserta menjadi salah satu bagian yang memperkaya pengalaman pembelajaran. Peserta dapat saling memberikan respons, berdiskusi, dan memperoleh perspektif baru dari orang-orang yang memiliki pengalaman maupun tujuan berbeda. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menjadi kelas IELTS, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun pengalaman belajar yang kolaboratif.
Antusiasme peserta selama kegiatan turut mendorong rencana keberlanjutan program ini. Ke depan, Athanasia Gusanto berencana menghadirkan kembali kegiatan Free Class dengan materi dan keterampilan IELTS lainnya. Kegiatan lanjutan tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mempelajari berbagai aspek IELTS secara bertahap dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak masyarakat di Buleleng dan sekitarnya yang memiliki kesempatan untuk memperoleh pembelajaran Bahasa Inggris yang berkualitas, relevan, dan aplikatif. Selain menjadi sarana peningkatan kompetensi, kegiatan ini juga diharapkan dapat berkontribusi dalam memperluas wawasan masyarakat mengenai berbagai peluang pendidikan, pekerjaan, dan pengembangan diri yang membutuhkan kemampuan Bahasa Inggris.
Kegiatan Free IELTS Class ini menjadi salah satu upaya untuk menghadirkan pembelajaran Bahasa Inggris yang tidak hanya berorientasi pada hasil tes, tetapi juga mendorong peserta untuk berani berkomunikasi, berpikir kritis, berinteraksi, dan belajar bersama dalam lingkungan yang terbuka dan inklusif.


Kemitraan
alocalorganization24@gmail.com
Bali, Indonesia
Hubungi kami untuk kolaborasi strategis
Whatsapp 082266256442
© 2026 Archipelagos Entertainment Group
ELEVATING TALENT, CELEBRATING THE ARCHIPELAGO
